Pemakaian Obat Sembarangan Timbulkan Kelainan Kulit
Pemakaian Obat Sembarangan Timbulkan Kelainan Kulit
Banyaknya obat yang dijual bebas memicu pemakaian obat yang kurang rasional oleh masyarakat. Akibatnya, bukannya sembuh, justru terjadi alergi terutama pada kulit sebagai efek samping yang sebenarnya tidak dikehendaki. Tanpa penanganan medis yang tepat, kelainan kulit karena alergi obat itu juga dapat berakibat fatal, sampai menyebabkan kematian.
Hal itu diutarakan dr Usman Atmaprawira SpKK, ahli penyakit kulit dan kelamin RS Omni Medical Center (OMC), dalam seminar "Alergi pada Praktik Sehari-hari dan Drugs Eruption" yang diadakan oleh RS OMC di Jakarta, Sabtu (13/9). Seminar ditujukan untuk membekali dokter dengan pengetahuan mengenai kelainan kulit yang disebabkan oleh alergi obat agar tidak terjadi kekeliruan dalam mendiagnosis.
Usman juga menyinggung mengenai pemakaian obat tradisional atau jamu yang sekarang ini banyak dicampur dengan obat (modern) juga sangat berisiko menyebabkan kelainan kulit berupa alergi yang sering disebut allergic drug reaction. Namun, ia mengingatkan, efek obat yang tidak dikehendaki itu tidak selalu bersifat alergik, bisa juga tidak alergik. "Karena itu penting sekali untuk memperhatikan dasar-dasar diagnosis kelainan kulit karena alergi obat," katanya.
Ia menambahkan, dokter hendaknya sangat hati-hati dalam memberikan obat kepada pasien yang datang dengan keluhan, yang kemudian didiagnosis sebagai kelainan kulit. Harus diingat, kelainan yang dialami pasien itu dipicu oleh alergi obat.
Menurut Usman, setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan sebagai dasar diagnosis, yakni mengenai anamnesis yang diteliti dan kelainan-kelainan kulit yang ditemukan. Ia menjelaskan, anamnesis yang diteliti itu meliputi obat yang didapat penderita, tingkat keakutan, serta rasa gatal yang dikeluhkan yang kadang disertai demam. Sedangkan berdasarkan kelainan kulit yang ditemukan, dapat dilihat apakah distribusi kelainan menyeluruh dan simetris, serta memperhatikan bentuk kelainan yang timbul.
"Bentuk kelainan dapaat bermacam-macam. Alergi terhadap satu macam obat dapat memberi gambaran klinis yang beraneka ragam. Sebaliknya, gambaran klinis yang sama dapat disebabkan oleh alergi bermacam-macam obat," katanya.
Lebih lanjut Usman memaparkan berdasarkan bentuk-bentuk klinis, kelainan kulit akibat alergi obat itu dapat dibedakan menjadi delapan, eritema, pupura, urtikaria, dermatitis medikamentosa, eksantem fikstum, eritema nodusum, eritroderma serta eritema multiforme (EM).
Dari semua kelainan itu, yang paling sering ditemui adalah eritema, yaitu kemerahan pada kulit akibat melebarnya pembuluh darah yang disebabkan oleh alergi obat. Sedangkan yang paling parah adalah sindrom stevens-johnson atau yang biasa disebut sebagai eritema multiforme (EM) major, yakni kelainan yang muncul akibat alergi obat dan sering menyerang lubang badan terutama mulut dan alat kelamin (laki-laki).
"Untuk mengenal kelainan kulit karena alergi obat secara sistemik diperlukan anamnesis yang teliti. Dan, tentu saja harus mengenal bentuk-bentuk klinis kelainan tersebut," kata Usman. (H-13)
Artikel diatas untuk mengingatkan agar kita berhati-hati dalam meminum obat, selalu menjaga kesahatan..dan senatiasa berdo'a untuk memohon perlindungan dari Allah SWT serta tidak lupa untuk bersyukur atas segala karunia-NYa, seperti nikmat sehat.
Syafakillah ustadzah, Semoga Allah memberikan kesembuhan dengan cepat, pulih seperti sedia kala dan kembali mengisi pengajian di lingkungan kami, amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar